Minggu, 13 Maret 2011

Penelitian Tindakan Kelas - Matematika


ABSTRAK

Judul penelitian ini adalah Penerapan Model Pembelajaran Jigsaw untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa dalam Pembelajaran Statistik. (Penelitian Tindakan Kelas pada Siswa Kelas IXA Semester II SMPN 5 Kuningan).  Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui sejauh mana peningkatan Prestasi Belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran Jigsaw.
Model pembelajaran Jigsaw merupakan model pembelajaran kooperatif learning, dalam prosesnya terdapat tim ahli. Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah bagaimana mengatasi rendahnya kemampuan pemahaman matematika siswa. Model dalam penelitian ini adalah model penelitian tindakan kelas, penelitian ini dimaksudkan dalam lima siklus.
Subyek pada penelitian ini adalah siswa kelas IX SMPN 5 Kuningan sebanyak 92 orang tahuna ajaran 2009/2010. Dari populasi ini penelitian mengambil sample satu kelas yaitu kelas IXA sebanyak 31 siswa. Kompetensi dasar yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah statistika.  Instrumen penelitian ini soal-soal ulangan harian, lembar observasi dan angket.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah dengan menggunakan model pembelajaran jigsaw pada pembelajran statistika dapat meningkatkan prestasu belajar siswa. Sedangkan motivasi dan ke aktipan siswa dari siklus ke siklus cenderung positif. Dengan demikian penerapan model pembelajaran jigsaw selama penelitian dapat meningkatkan motivasi dan keaktipan siswa belajar matematika yang berdampak pada peningkatan hasil belajar siswa.
Kata Kunci    : Model pembelajaran jigsaw, prestasi pembelajaran statistic, tanggapan          siswa dan aktivitas siswa


RESUME

Dalam pengajaran matematika banyak guru yang mengeluhkan rendahnya kemampuan pemahaman matematika siswa. Hal ini terlihat dari rendahnya prestasi belajar siswa (nilai) baik dalam ulangan harian, ulangan umum maupun Ujian Nasional. Untuk mengatasi masalah tersebut diperlukan suasana baru dalam proses pembelajaran matematika agar siswa lebih termotivasi dan aktif dalam proses belajar mengajar yang sekaligus berdampak pada hasil belajar.
Kita harus memperhatikan komponen-komponen yang ada dalam pembelajaran kontekstual supaya hasil belajar meningkat. Salah satu komponen CTL ada pemodelan, yaitu suatu rencana yang memperlihatkan pola pembelajaran tertentu dalam pola tersebut dapat terlihat kegiatan guru dan siswa. Sumber belajar yang digunakan dalam mewujudkan kondisi belajar yang menyebabkan terjadinya belajar pada siswa.
Model pembelajaran yang dianggap lebih efektip untuk pembelajarn Statistika adalah model Jigsaw. Dalam pembelajaran jigsaw siswa belajar kooperatif (kerja sama) dengan sesama teman. Kelebihan jigsaw adanya kelompok (tim) ahli yang membahas satu masalah sampai benar-benar dipahami anak. Begitu pula dalam statistika setiap tim memecahkan satu permasalahan setelah permasalahan diselesaikan kemudian saling memberi informasi, jadi kelebihan anak mengkonstruksikan pengetahuan dan pemahamannya sendiri. Berdasarkan latar belakang di atas maka penulis menentukan judul PTK  yaitu : Penerapan Model Pembelajaran Jigsaw untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa  dalam Pembelajaran Statistika.  
             Mengingat luasnya permasalahan diatas dan untuk menghindari kekeliruan, penyimpangan arah dalam operasionalnya dan pembicaraan masalah lebih tepat sasaran, maka peneliti membatasi penelitian ini pada :
a.       peningkatan kemampuan pemahaman matematika siswa ;
b.       tanggapan siswa dalam penerapan pembelajaran model  jigsaw ;
c.       aktivitas siswa dalam penerapan pembelajaran model  jigsaw ;
d.       kompetensi dasar statistika ; dan
e.       siswa SMP kelas IX semester 2.
            Pembelajaran yang termasuk kooperatif learning diantaranya Jigsaw. Pembelajaran dengan model Jigsaw adalah pembelajaran yang menggunakan model tim ahli. Tujuan kognitif pendekatan Jigsaw  adalah informasi akademik sederhana. Tujuan sosialnya adalah kerja sama dalam kelompok. Struktur kelompok heterogen dengan 4-5 anggota dan menggunakan kelompok asal dan ahli. Pemilihan topik biasanya dilakukan oleh guru, tugas utama siswa mempelajari, materi dalam kelompok ahli kemudian membantu anggota kelompok asal mempelajari materi itu.
Berdasarkan uraian yang telah dikemukakan di atas langkah-langkah model pembelajaran Jigsaw adalah :
1.    Siswa dikelompokan kedalam = 4 anggota tim
2.    Tiap orang dalam tim diberi bagian materi yang berbeda.
3.    Tiap anggota dalam tim diberi bagian materi yang ditugaskan.
4.    Anggota dari tim yang berbeda yang telah mempelajari bagian / sub bab yang sama bertemu dalam kelompok baru ( kelompok ahli ) untuk mendiskusikan sub bab mereka.
5.    Setelah selesai diskusi sebagai tim ahli tiap anggota kembali ke kelompok asal  dan bergantian mengajar teman satu tim mereka tentang sub bab yang mereka kuasai dan tiap anggota lainnya mendengarkan dengan sunguh-sungguh.
6.    Tiap tim ahli mempresentasikan hasil diskusi.
7.    Guru memberi evaluasi.
8.    Menutup.
           Penelitian ini dilakukan di SMPN 5 Kuningan. Adapun  yang akan menjadi subjek penelitian ini adalah siswa kelas IX A yang berjumlah 31 orang, laki-laki 16 orang dan perempuan 15 orang. Dipilih sekolahnya tersebut sebagai tempat penelitian karena peneliti sedang bertugas di sekolah tersebut dan peneliti sudah mengetahui lingkungan sekolahnya.
            PTK adalah penelitian praktis yang bertujuan untuk memperbaiki kekurangan-kekurangan dalam pembelajaran di kelas dengan cara melakukan tindakan-tindakan.
Peneltian Tingkat Kelas PTK ini terdiri dari lima siklus dengan meteri statistika yaitu :    
1.         Siklus pertama membahas tentang pengertian statistika
2.         Siklus kedua membahas tentang mengumpulkan data
3.         Siklus ketiga membahas tentang menafsirkan data
4.         Siklus keempat membahas tentang menyajikan data
5.         Siklus kelima membahas tentang menafsirkan diagram
PTK dilaksanakan dalam bentuk proses pengkajian berdaur siklus yang terdiri dari tiga tahap, yaitu :
1.              Perencanaan (planning )
2.              Tindakan (action) diikuti oleh pengamatan (obeservation).
3.              Refleksi (refleksion)
Instrumen penelitian merupakan alat yang digunakan untuk mengumpulkan data atau membantu kelancaran penelitian dalam menjawab rumusan masalah. Isntrumen penelitian yang digunkan dibagi menjadi dua bagian, yaitu :
1.         Instrumen untuk membantu pelaksanaan penelitian, yaitu berupa Silabus dan Rencana pelaksanan pemebajaran (RPP) sebanyak dua Kompetensi Dasar.
2.         Instrumen untuk melihat proses dan hasil belajar mengajar.
a.    Obeservasi
b.    Tes Tertulis
c.    Angket

Berdasarkan hasil pengamatan dan hasil pengolahan data selama 5 (lima) siklus yang meliputi analisis angket dan analisis aktifitas siswa maka simpulan yang dapat peneliti kemukakan adalah sebgai  berikut :
1.      Model pembelajran jigsaw cukup efektif untuk meningkatkan kemampuan pemahaman matematika siswa. Hal ini dapt dilihat dari jasil analisis ketuntasan belajar siswa dari siklus pertama sampai dengan siklus kelima nilainya mengalami peningkatan baik nilai rata-rata, daya serap maupun ketuntasan belajarnya. Dengan adanya peningkatan nilai tersebut maka pemahaman siswa ditingkatkan meningkat.
2.      Setelah angket diberikan kepada siswa ternyata pendapat siswa positif terhadap dilaksanakannya proses pembelajaran dengan menggunakan modal Jigsaw.
3.      Dengan menggunakan model pembelajaran jigsaw, aktivitas siswa dalam kegiatan belajar mengalami peningkatan. Siswa cukup semangat dan antusias dalam pembelajaran tersebut. Dengan melihat peningkatan yang cikip tinggi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar